Fakultas Tarbiyah & Ilmu Keguruan | IAIN Pekalongan

Menteri Agama RI Melantik Rektor IAIN Pekalongan

E-mail Print PDF

pelantikan rektor iain

Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melantik lima Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang sebelumnya berbentuk Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Kelimanya adalah IAIN Metro Lampung, IAIN Lhoksemawe, IAIN Pekalongan Jawa Tengah, IAIN Kerinci Jambi, dan IAIN Ponorogo Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Menag Lukman mengingatkan bahwa alih status dari STAIN menjadi IAIN dipandang sebagai titik awal pembangunan IAIN, baik fisik maunpun non fiksik yang jauh lebih berat dan kompleks. Untuk itu, alih status harus diikuti pengembangan kemampuan. Civitas akademika IAIN dituntut dapat membina kemitraan dan budaya akademik yang lebih baik.

Lebih dari itu, kata Menag, rektor dan jajarannya harus dapat meningkatkan kepedulian civitas akademika dalam membentuk gerakan dakwah bagi masyarakat. Hal lain yang harus dilakuakn adalah peningkatan profesionalitas dan akuntabilitas tatakelola IAIN sesuai tuntutan regulasi, dan reformasi birokrasi, dan tuntutan perguruan tinggi.

Rektor dan jajarannya, kepala biro, dekan, ketua jurusan, adalah unsur organisaai yang berperan penting dalam mengawal perguruan tinggi, peningkatan sarana prasarana dan mutu perguruan tinggi, serta menjadi jangkar moral dan etika di tengah masyarakat, tandas Menag, Rabu (01/02).

Pelantikan digelar di Auditorium HM Rasjidi Gedung Kementerian Agama. Hadir dalam kesempatan ini, Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, staf khusus Menag, serta pejabat eselon II dan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag.

Selamat melaksanakan tugas. Setiap tugas adalah amanah, dan amanah memiliki dua sisi yang tidak dapat dipisahkan, yakni tanggungjawab dan pertanggungjawaban, kata Menag, Rabu (01/02).

Menag minta para Rektor fokus dan mencurahkan tenaga dan kemampuannya untuk memperkokoh perguruan tinggi yang dipimpinnya agar sesuai harapan masyarakat. Menurutnya, keberadaan PTKIN sebagai perguruan tinggi berciri khas keagamaan harus dikawal dengan manajemen pelayanan yang baik, serta penuh integritas, profesionalitas, inovasi, tanggungjwab, dan keteladanan.

Bahkan, dikatakan Menag bahwa PTKIN tidak hanya agen perubahan namun menjadi agen penyelamat nilai-nilai masyarakat dan penyelamat negara. Untuk itu, Menag berharap PTKIN dapat berperan dalam pengembangan moderasai Islam, kajian budaya nusantara yang berkemajuan, dan isu-isu kontemporer lainnya.

Adapun mereka yang dilantik adalah Prof. Dr. Hj. Ernizar, M.Ag sebagai Rektor IAIN Metro Lampung, H. Hafifuddin, M.Ag sebagai Rektor IAIN Lhoksemawe, Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag sebagai Rektor IAIN Pekalongan Jawa Tengah, Dr. Y. Sonafist, M.Ag sebagai Rektor IAIN Kerinci Jambi, dan Dr. Hj. S. Maryam Yusuf, M.Ag sebagai Rektor IAIN Ponorogo Jawa Timur.

Sumber ://https://www.kemenag.go.id/berita/451337/menag-lantik-lima-rektor-iain