Fakultas Tarbiyah & Ilmu Keguruan | IAIN Pekalongan

Perlunya LITERASI BARU Menghadapi Era Revolusi Industri

E-mail Print PDF

Perlunya LITERASI BARU Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
Oleh Abdul Razak Wakil Dekan 1 UIN SYARIFHIDAYATULLAH

 

Saat ini kita tengah memasuki era revolusi industri 4.0 yaitu era dimana dunia industri digital telah menjadi suatu paradigma dan acuan dalam tatanan kehidupan saat ini. Era revolusi  industri 4.0 hadir bersamaan dgn era disrupsi.

Untuk menghadapi revolusi industri 4.0 atau era disrupsi diperlukan LITERASI BARU selain literasi lama. Literasi lama  yg ada saat ini digunakan sebagai modal utk berkiprah di kehidupan masyarakat.

Literasi lama mencakup kompetensi CALISTUNG. Sedangkan LITERASI BARU  mencakup literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Literasi data terkait dengan kemampuan membaca, menganalisis dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data dan informasi (big data) yg diperoleh. Literasi teknologi terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin. Aplikasi teknologi dan bekerja berbasis produk teknologi utk mendapatkan hadil maksimal. Literasi manusia terkait dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif.

Utk itu tugas dunia pendidikan saat ini melalui proses pembelajarannya bukan hanya menekankan pada penguatan kompetensi  literasi lama tetapi secara simultan mengokohkan pada penguatan LITERASI BARU yang menyatu dalam penguatan kompetensi bidang keilmuan dan keahlian atau profesi.

Dengan demikian perlu adanya reorientasi baru dalam  penyelebggaraan pendidikan baik pada pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Agar dunia pendidikan tetap memiliki daya relevansi yg tinggi dalam era revolusi industri 4.0 atau era disrupsi para pendidik (guru dan dosen) dalam proses pembelajaran perlu mengintegrasi capaian pembelajaran tiga bidang secara simultan dan terpadu yaitu capaian bidang literasi lama, literasi baru dan literasi keilmuan. Bila tidak kemungkinan lulusannya akan mengalami ileterasi.