Fakultas Tarbiyah & Ilmu Keguruan | IAIN Pekalongan

FGD & Silaturrahmi Orang Tua Wali Mahasiswa FTIK IAIN Pekalongan

E-mail Print PDF

Menyambut datangnya mahasiswa baru dan dimulainya perkuliahan, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pekalongan menyelenggarakan FGD & Silaturrahmi Orang Tua Wali Mahasiswa FTIK IAIN Pekalongan. Kegiatan ini dilaksanakan dua kali yaitu tanggal 1 dan 8 September 2019 di Kampus II IAIN Pekalongan di Rowolaku Kajen. Hadir dalam acara tersebut segenap pimpinan fakultas dan jurusan, ketua paguyuban orang tua mahasiswa, pengurus ikatan alumni dan segenap orang tua wali mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FTIK, Dr. H. M. Sugeng Sholehuddin, M.Ag memperkenalkan jajaran pimpinan dan pengelola fakultas dan jurusan, pengurus paguyuban orang tua mahasiswa dan ikatan alumni. Dalam kesempatan yang sama, dekan juga menjelaskan tagline IAIN Pekalongan yaitu Spirituality, Scientific, Nationality dan Entrepreneurship. Terkait dengan Nationality dekan menekankan tentang moderatisme Islam yang diusung oleh institut dan memohon kerjasama para orang tua wali mahasiswa untuk ikut mengawasi para mahasiswa dari ajaran-ajaran radikalisme yang jelas-jelas bertentangan dengan visi dan misi institut.
Sedangkan Imam Kholik selaku ketua Paguyuban Orang Tua Mahasiswa (PAGOMA) memberikan pemaparan tentang sejarah paguyuban ini. Menurutnya, paguyuban ini dibentuk pada tanggal 19 Juni 2019 oleh 50 orang dari perwakilan orang tua wali mahasiswa. Imam juga menjelaskan tentang kedudukan, asas, tujuan, tugas pokok dan fungsi, sifat,usaha dan prinsip organisasi. Imam juga menjelaskan bahwa salah satu program jangka pendek paguyuban ini adalah pembangunan sarana ibadah yang representatif bagi segenap warga kampus. Hal ini mengingat semakin bertambahnya mahasiswa yang mulai aktif dalam kegiatan perkuliahan. Masjid yang akan dibangun direncanakan dapat menampung 5000 orang dan peletakan batu pertamanya akan dilaksanakan pada 3 Januari 2020.
Hal ini diperkuat oleh Ahmad Jaiz, S.Ag selaku penasehat ikatan alumni sekaligus ketua pembangunan masjid. Menurutnya, pembangunan masjid ini dirasa mendesak karena merupakan salah satu icon perguruan tinggi agama Islam. Nantinya, selain sebagai sarana ibadah, masjid ini juga akan digunakan sebagai laboratorium agama sehingga dapat digunakan oleh civitas akademika untuk kegiatan-kegiatan ilmiah lainnya.
Kegiatan diakhiri denga sesi tanya jawab dan harapan dari orang tua wali mahasiswa. Diantaranya adalah harapan agar semua kegiatan dapat terfokus di kampus II yang ada di Rowolaku dan adanya Ma’had Jami’ah sebagai sarana pendalaman ilmu-ilmu keagamaan mahasiswa.